GREBEK SEJI (GeRakan Bersama Kader SEhat JIwa)
- INISIATOR
UPTD Puskesmas Natar Kabupaten Lampung Selatan
- BENTUK INOVASI
Inovasi bentuk lainnya sesuai Bidang Urusan Pemerintah yang menjadi Kewenangan Daerah
- RANCANG BANGUN DAN POKOK PERUBAHAN
Manajemen pemberdayaan kader kesehatan jiwa berfokus pada proses rekruitmen, seleksi, orientasi, penilaian kinerja dan pengembangan kader.
- Proses rekruitmen kader kesehatan jiwa
Rekruitmen kader kesehatan jiwa merupakan salah satu proses pencarian dan pemikatan para calon kader yang mempunyai kemampuan dalam mengembangkan desa siaga sehat jiwa. Proses awal dalam merekrut kader adalah dengan melakukan sosialisasi tentang pembentukan desa siaga sehat jiwa disertai dengan kriteria kader yang dibutuhkan. Kriteria kader meliputi :
- Bertempat tinggal di desa wilayah puskesmas.
- Sehat jasmani dan rohani.
- Mampu membaca dan menulis dengan lancar menggunakan
bahasa Indonesia.
- Bersedia menjadi kader kesehatan jiwa sebagai tenaga sukarela.
- Bersedia berkomitmen untuk melaksanakan program kesehatan jiwa komunitas.
- Mendapatkan izin dari suami atau istri atau keluarga.
Rekruitmen dilakukan di tiap desa pada wilayah puskesmas yang akan dikembangkan menjadi desa siaga sehat jiwa. Kader kesehatan jiwa direkrut dengan data KKJ bertanggung jawab terhadap 15 – 20 keluarga. Proses rekruitmen dilakukan dengan melibatkan tokoh masyarakat yang dapat menentukan calon kader yang mampu dan mau melakukan kegiatan kesehatan jiwa dilingkungan tempat tinggalnya.
Perawat CMHN (Community Mental Health Nursing) melakukan koordinasi dengan kepala desa, kepala dusun atau organisasi masyarakat yang ada diwilayah kerjanya, seperti PKK. Proses rekruitmen kader dilakukan sebagai berikut:
- Perawat CMHN mengadakan pertemuan dengan kepala desa dan tokoh masyarakat setempat untuk menjelaskan pembentukan kader sehat jiwa
- Perawat CMHN menjelaskan kriteria kader dan jumlah kader yang dibutuhkan tiap desa dan dusun.
- Tokoh masyarakat melakukan pencarian calon kader berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
- Kader yang telah direkrut mengisi biodata pada formulir yang telah disiapkan untuk proses seleksi selanjutnya.
- Proses seleksi kader kesehatan jiwa.
Proses seleksi adalah serangkaian kegiatan yang dilakuan untuk memutuskan apakah calon kader diterima atau tidak sebagai kader kesehatan jiwa.
Proses ini penting dilakukan untuk mendapatkan sumber daya manusia yang mempunyai motivasi dan kemampuan yang tepat sesuai dengan yang dibutuhkan. Proses seleksi sebagai berikut;
- Perawat CMHN melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat atau organisasi masyarakat dalam menentukan calon kader yang memenuhi syarat.
- Kader terpilih harus mengisi surat pernyataan bersedia menjadi kader kesehatan jiwa dan bersedia menjalankan program CMHN
- Kader terpiih diwajibkan mengikuti pelatihan kader kesehatan jiwa.
- Proses orientasi kader kesehatan jiwa
Setelah terpilih menjadi kader kesehatan jiwa, langkah selanjutnya adalah pelaksanaan orientasi program CMHN dan pelatihan kader kesehatan jiwa. Orientasi yang diikuti mencakup informasi budaya kerja dan informasi umum tentang visi, misi, filosofi, kebijakan dan kemampuan kader kesehatan jiwa. Kegiatan orientasi menggunakan metode klasik selama 2 hari, praktik lapangan selama 3 hari, dan dilanjutkan dengan praktik penerapan desa siaga sehat jiwa. Materi pelatihan mencakup;
- Program desa siaga sehat jiwa
- Deteksi keluarga di masyarakat; kelompok keluarga sehat, kelompok keluarga dengan resiko gangguan psikososial dan keluarga dengan gangguan jiwa.
- Penilaian Kinerja Kader Keswa
Penilaian kinerja kader kesehatan jiwa dilakukan untuk memantau dan mengevaluasi kemampuan kader dalam melaksanakan program kesehatan jiwa komunitas. Penilaian kinerja kader dilakukan melalui supervisi langsung (observasi) dan tidak langsung (dokumentasi laporan). Perawat CMHN melakukan supervisi kinerja kader kesehatan jiwa satu kali seminggu, disesuaikan dengan kegiatan yang dilakukan. Penilaian kinerja didasarkan pada standar kinerja yang ditentukan yaitu kemampuan kader dalam melaksanakan program CMHN. Kemampuan yang dinilai disini adalah kemampuan dalam:
- Deteksi pada keluarga; sehat, resiko dan gangguan
- Menggerakkan keluarga sehat untuk mengikuti penyuluhan sehat jiwa sesuai dengan usia anak.
- Menggerakkan keluarga yang beresiko untuk mengikuti penyuluhan risiko gangguan jiwa
- Menggerakkan keluarga pasien gangguan jiwa untuk mengikuti penyuluhan tentang cara merawat pasien
- Menggerakkan pasien jiwa untuk mengikuti kegiatan TAK dan rehabilitasi
- Melakukan kunjungan rumah ke keluarga pasien gangguan jiwa yang telah mandiri
- Merujuk
7. Mendokumentasikan kegiatan yang dilakukan
- Pengembangan Kader Keswa
Pengembangan kemampuan kader keswa jiwa merupakan salah satu proses yang berhubungan dengan manajemen SDM. Tujuan pengembangan tenaga kader kesehatan jiwa akan membantu masing – masing kader mencapai kinerja sesuai dengan posisinya dan sebagai penghargaan terhadap kinerja yang telah dicapai. Kegiatan yang dapat dilakukan berupa penyegaran dan pelatihan lanjutan. Kader kesehatan jiwa yang mempunyai kinerja baik dapat dijadikan narasumber bagi kader baru (Keliat, 2011).
- Peran Kader Kesehatan Jiwa
Dalam program kesehatan jiwa, kader berfungsi untuk membantu tenaga kesehatan dalam pengelolaan program desa siaga melalui kegiatan UKBM (upaya berbasis masyarakat), membantu memantau kegiatan dan evaluasi desa siaga, membantu mengembangkan dan mengelola UKBM serta hal yang terkait, membantu mengidentifikasi dan melaporkan kejadian di masyarakat yang dapat berdampak pada masyarakat, membantu dalam memberikan pemecahan masalah kesehatan yang sederhana kepada masyarakat. Selain itu, peran kader sangat besar terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Tugas terpenting kader adalah mempertahankan yang sehat jiwa tetap sehat, yang resiko menjadi sehat dan yang gangguan menjadi sembuh atau produktif. Maka dari itu pemberdayaan kader kesehatan jiwa dapat memungkinkan mencapai seluruh masyarakat Kader kesehatan jiwa memiliki peran sebagai berikut :
- Pencegahan Primer
- Mengidentifikasi kelompok resiko tinggi, situasi stress kejadian yang berpotensi terjadinya sakit jiwa.
- Pemberian pendidikan kesehatan kepada komunitas dengan memanfaatkan strategi koping untuk mengatasi stress dan cara memecahkan masalah.
- Menguatkan kemampuan individu dengan menurunkan stress, tekanan, cemas yang bisa menyebabkan sakit jiwa.
- Pencegahan Sekunder
- Skrinning atau deteksi dini untuk menemukan kasus masalah kesehatan jiwa di masyarakat
- Menggerakkan individu, keluarga dan masyarakat untuk mengikuti kegiatan kesehatan jiwa yang dilaksanakan di komunitas
- Pencegahan Tersier
- Membantu dalam proses rehabilitasi dan mencegah komplikasi dari gangguan jiwa
- Melakukan pendampingan kepada pasien dan keluarga terkait pengobatan
- Merujuk klien ke agen kesehatan professional.
- TUJUAN INOVASI
Tujuan dari program inovasi kesehatan jiwa ini adalah supaya tercapai kegiatan yang diharapkan untuk mencapai kinerja yang lebih baik.
Inovasi jiwa yang di pilih oleh Puskesmas Natar adalah “GREBEK SEJI” yaitu gerakan bersama kader sehat jiwa yang digambarkan bahwa 1 rumah dengan penderita ODGJ dengan 1 anggota keluarga yang merawat dan mengawasi.
- MANFAAT INOVASI
Dengan adanya ‘GREBEK SEJI’ keluarga ODGJ dapat menambah pengetahuan dengan adanya kegiatan home visite yang dilakukan oleh kader dan petugas puskesmas.
Kegiatan ini rutin dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam merawat keluarga ODGJ dan memantau kepatuhan pasien dalam minum obat.
Petugas kesehatan memberikan pengetahuan kepada keluarga agar memberikan bimbingan khusus kepada ODGJ yaitu seperti kegiatan- kegiatan rutin yang harus dilakukan di rumah seperti kegiatan personal hygene dan melakukan aktifitas sehari- hari agar lebih mandiriyang telah dilakukan oleh pemegang program dengan adanya inovasi yang sudah dibuat tingkat pengetahuan keluarga lebih terbuka tidak menutup- nutupi apa yang terjadi di dalam keluarganya, dapat memperlakukan dan merawat pasien ODGJ dirumah layaknya seperti orang sehat sehingga tingkat kekambuhan pasien berkurang karena adanya dukungan keluarga yang sangat berperan. Selain itu juga petugas kesehatan jiwa melakukan penyuluhan di posbindu PTM tentang apa itu arti sehat jiwa yaitu: keluarga yang anggota keluarga nya tidak ada gangguan jiwa atau resiko masalah psikososial kegiatan ini mempunyai tujuan untuk memotivasi dan mendorong keluarga yang memiliki resiko masalah psikososial. Dengan adanya target sasaran yang di dapat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan sasaran penderita ODGJ untuk wilayah kerja UPTD.
- HASIL INOVASI
Dengan adanya Program GREBEK SEJI (GeRakan Bersama MasyaraKat SEhat JIwa) saat ini jumlah inovasi yang diciptakan dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan mengalami penurunan yang signifikan :
| No. | Nama Penyakit | Laki-Laki | Perempuan | Tahun 2020 |
| Jumlah | Jumlah | Jumlah | ||
| 1 | Skizofrenia (F20) | 65 | 36 | 101 |
| 2 | Retardasi Mental | 7 | 4 | 11 |
| 3 | Eplilepsi (G40) | 9 | 17 | 26 |
| 4 | Gangguan Depresi | 22 | 42 | 64 |
- Pada Tahun 2022 Puskesmas Natar memiliki wilayah kerja 5 desa, masing-masing desa memiliki penderita ODGJ. Desa Natar 29 orang, Desa Merak Batin 28 orang, Desa Negara Ratu 25 orang, Desa Rejosari 12 orang dan Desa Kalisari 10 orang. Pemegang program telah melakukan kegiatan home visite di 5 desa dari Januari sampai dengan Desember berjumlah 119 kali.
- Pada Tahun 2023 Puskesmas Natar memiliki wilayah kerja 5 desa, masing-masing desa memiliki penderita ODGJ. Desa Natar 23 orang, Desa Merak Batin 22 orang, Desa Negara Ratu 15 orang, Desa Rejosari 5 orang, dan Desa Kalisari 10 orang. Pemegang program telah melakukan kegiatan home visite di 5 desa dari Januari sampai dengan Desember berjumlah 78 kali.
Berikut Pedoman Teknis Inovasi dapat diunduh pada file berikut ini :
